TVRINews, Semarang
Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKi) Jawa Tengah memasuki babak baru setelah kepengurusan periode 2026–2030 resmi dikukuhkan di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat, 21 Agustus 2026.
Pengukuhan dilakukan Ketua PaSKi Pusat Jarwo Kuat. Dalam kepengurusan baru tersebut, Memed dipercaya sebagai Ketua PaSKi Jawa Tengah, Ida Nurulhuda sebagai Sekretaris, dan Debora Susiani sebagai Bendahara.
Momentum pengukuhan tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi penanda komitmen PaSKi Jawa Tengah untuk memperkuat posisi seniman komedi di tengah perkembangan industri kreatif dan perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat.
Ketua PaSKi Pusat Jarwo Kuat mengatakan, PaSKi merupakan organisasi yang bersifat independen. Karena itu, independensi tersebut harus menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan para pelaku seni komedi.
“PaSKi adalah organisasi yang independen. Karena itu, saya berharap PaSKi Jawa Tengah bisa menjaga independensi tersebut. Jangan sampai organisasi kehilangan jati dirinya karena kepentingan-kepentingan di luar organisasi,” kata Jarwo.
Menurut dia, tantangan seniman komedi saat ini tidak lagi sebatas bagaimana tampil menghibur di atas panggung. Perkembangan teknologi digital membuat para komedian memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk berkarya, tetapi sekaligus menuntut kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Jarwo berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan harkat dan martabat para komedian melalui pengembangan kreativitas, peningkatan kualitas karya, serta penguatan solidaritas antaranggota.
“Seniman komedi harus terus berkembang. Jangan hanya berpikir bagaimana membuat orang tertawa, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas diri dan karya. Kreativitas harus terus dikembangkan karena dunia hiburan berubah sangat cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan PaSKi di daerah diharapkan tidak sekadar menjadi wadah organisasi, melainkan menjadi ruang bagi para pelawak untuk bertemu, bertukar gagasan, mengembangkan kemampuan, sekaligus membuka peluang berkarya secara profesional.
“Yang kita bangun adalah rumah bersama. Di dalam rumah itu ada ruang untuk belajar, berkreasi, saling mendukung dan memperjuangkan agar profesi komedian semakin dihargai,” kata Jarwo.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah AR Hanung Triyono, berharap PaSKi Jawa Tengah dapat mengambil peran lebih besar dalam ekosistem seni dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.
Menurutnya, perkembangan media sosial dan berbagai platform digital telah membuka ruang baru bagi seniman untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat. Kondisi tersebut perlu dimanfaatkan PaSKi untuk memperluas jangkauan kreativitas para anggotanya.
“PaSKi Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi bagian penting dari ekosistem seni dan ekonomi kreatif Jawa Tengah. Manfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk memperluas ruang kreativitas,” demikian sambutan Gubernur Jawa Tengah.
Ia juga berharap PaSKi dapat menjadi rumah bersama bagi para pelawak dan insan komedi di Jawa Tengah. Rumah tersebut bukan hanya tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk berkarya, berkreasi, saling mendukung, serta terus menghidupkan seni pertunjukan.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan komedi bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai bagian dari kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat.
“Seniman yang hebat bukan hanya mampu membuat masyarakat tertawa. Seniman yang hebat juga mampu membuat masyarakat semakin optimistis, semakin rukun dan semakin mencintai budayanya,” ujar Hanung membacakan sambutan Gubernur.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, PaSKi Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat jejaring antar-komedian di berbagai daerah, mendorong lahirnya talenta-talenta baru, serta membuka lebih banyak ruang pertunjukan bagi seniman komedi.
Di tengah semakin kuatnya industri konten digital, tantangan PaSKi ke depan adalah memastikan komedi tetap memiliki kualitas, etika, dan akar budaya, sekaligus mampu mengikuti selera serta perkembangan teknologi.
Kepengurusan baru pun diharapkan dapat menjadikan Jawa Tengah tidak hanya sebagai pasar bagi industri hiburan, tetapi juga sebagai salah satu pusat lahirnya karya-karya komedi yang kreatif, berkualitas, dan memiliki karakter budaya lokal.










