TVRINews, Magelang
Diduga akibat korsleting arus pendek listrik, api melalap bangunan Pondok Pesantren Moh Mumet milik Gus Mustofa Handoyo yang berada di Dusun Brajan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.
Struktur bangunan joglo yang sebagian besar terbuat dari kayu mengakibatkan api cepat merambat dan melalap seisi bangunan. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang tiba di lokasi langsung berjibaku memadamkan api.
Petugas Damkar mengalami kendala akses menuju lokasi kejadian sehingga terpaksa menarik selang sejauh 200 hingga 300 meter. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 40 menit setelah kejadian.
Dalam proses pemadaman, tim Damkar menerjunkan tiga unit, terdiri atas satu unit pompa pemadam, satu unit tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan satu unit ambulans.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas Damkar, kebakaran tersebut diduga disebabkan korsleting arus pendek listrik.
Petugas Damkar, Banu Kuncoro Jati, mengatakan kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat membesar.
“Kita tadi pemadaman, kendalanya adalah bangunan jauh dari jalan raya. Jadi, tadi kita menarik selang kurang lebih 200 sampai 300 meter dan tidak ada sumber air juga. Bangunan full kayu, jadi cepat terbakar,” katanya.
Banu menambahkan, proses pemadaman berlangsung sekitar 40 menit dan mendapat bantuan dari warga serta para santri.
“Untuk proses pemadaman kurang lebih 40 menit dan dibantu oleh warga dan juga santri. Unit yang kita pakai ada tiga unit, satu unit pompa dari pemadam, satu unit tangki dari BPBD, dan satu unit ambulans,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp50 juta.
Hingga saat ini, kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.










