TVRINews, Sragen
Musibah runtuhnya bangunan MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Kabupaten Sragen, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, mendapat perhatian serius dari Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Tak berselang lama setelah peristiwa terjadi, Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah langsung bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta guna mendukung pembangunan kembali fasilitas madrasah yang mengalami kerusakan akibat musibah tersebut.
Langkah cepat itu menjadi bentuk nyata kepedulian Muhammadiyah terhadap keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi amal usaha pendidikan yang terdampak bencana.
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, mengatakan pihaknya ingin memastikan proses pemulihan madrasah dapat segera berjalan agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.
“Musibah ini menjadi duka bersama bagi keluarga besar Muhammadiyah. Kami berupaya bergerak cepat untuk membantu pembangunan kembali madrasah agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan dengan baik. Kepedulian ini merupakan bagian dari semangat berlomba-lomba dalam kebaikan serta menghadirkan solusi nyata bagi amal usaha Muhammadiyah yang terdampak bencana,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga kepala madrasah diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian tersebut.
“Kami mendoakan semoga para siswa, guru, dan seluruh keluarga besar madrasah senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta keselamatan. Muhammadiyah akan terus hadir membersamai dan memberikan dukungan,” tambahnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sarana pendidikan di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan sehingga aktivitas pembelajaran kembali berlangsung aman dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.










