TVRINews – Pemalang, Jawa Tengan
Capaian produksi gabah kering Pemalang yang menempati peringkat ketiga di Jawa Tengah memperkuat optimisme pemerintah dalam memenuhi target lumbung pangan nasional di tengah dinamika agrikultur global.
Sektor pertanian di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kembali menegaskan perannya yang krusial dalam arsitektur ketahanan pangan nasional. Wilayah pesisir utara ini resmi dikukuhkan sebagai salah satu pilar penyangga utama setelah tercatat sebagai produsen gabah kering terbesar ketiga di tingkat provinsi.
Pengakuan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam lawatan kerjanya ke kawasan agraris Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis 3 September 2026.
Di tengah hamparan bulir padi yang menguning, Gubernur meninjau langsung efektivitas produktivitas lokal serta berdialog secara terbuka dengan para petani dan pimpinan daerah setempat untuk memetakan tantangan di lapangan.

"Kontribusi Pemalang sangat krusial dengan menempati urutan ketiga produsen gabah terbesar di Jawa Tengah. Atas nama pemerintah provinsi, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Panen raya yang berlangsung saat ini memberikan sokongan nyata bagi posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan utama bangsa," ujar Ahmad Luthfi dalam sesi dialog bersama para petani.
Berdasarkan data makro agrikultur yang dihimpun hingga Agustus 2026, total volume produksi gabah di Jawa Tengah telah menembus angka 6,69 juta ton. Capaian impresif ini merepresentasikan sekitar 63 persen dari target nasional yang dipatok di angka 10 juta ton untuk periode berjalan.
Pemerintah provinsi menunjukkan sikap optimis bahwa target ambisius tersebut tidak hanya akan tercapai, melainkan berpotensi melampaui proyeksi awal jika momentum produktivitas musiman ini dapat dijaga secara konsisten hingga penghujung tahun.
"Akumulasi hasil panen sejak awal tahun hingga Agustus telah menyentuh 6,69 juta ton. Artinya, jalan menuju pemenuhan 63 persen target nasional terbuka lebar, dan kami yakin angkanya akan terlampaui jika tren positif ini terus dipertahankan," tegasnya ketika disinggung mengenai proyeksi akhir tahun.
Sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas produksi jangka panjang, pemerintah provinsi menginisiasi intervensi struktural secara langsung. Dalam kunjungan tersebut, disalurkan paket dukungan logistik berupa benih unggul, traktor roda empat, serta unit pompa air modern guna memperkuat infrastruktur alat dan mesin pertanian (alsintan) di tingkat kelompok tani.
Kebijakan afirmatif ini dirancang untuk memastikan kesinambungan suplai di tengah dinamika iklim global, sekaligus menjaga kesejahteraan petani agar tetap termotivasi mengoptimalkan hasil panen pada musim tanam berikutnya.










