TVRINews, Temanggung
Titik api kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing, wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terpantau padam setelah kebakaran berlangsung selama kurang lebih lima hari. Meski demikian, upaya pengamanan belum berhenti. Penyisiran di kawasan terdampak tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Upaya pengamanan tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan, komunitas, dan masyarakat sekitar.
Pada Sabtu (24/10/2026), kegiatan diawali dengan apel bersama di Basecamp Bimawari, jalur pendakian Gunung Sumbing via Dukuh Seman. Apel dipimpin Bupati Temanggung, Agus Setyawan, dan diikuti sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran, termasuk jajaran BPBD, CDK Wilayah IX, PMI Kabupaten Temanggung, Tagana, anggota RAPI, pengelola basecamp, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta warga setempat.
Setelah apel, seluruh personel bergerak menyisir lokasi terdampak untuk memastikan titik api benar-benar padam dan kondisi kawasan aman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi munculnya kembali api serta menjaga keselamatan personel selama bertugas.
Administratur KPH Kedu Utara, Dimyati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, perlindungan hutan memerlukan keterlibatan bersama, bukan hanya mengandalkan satu instansi.
“Perhutani mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersama-sama berupaya menangani kebakaran ini. Menjaga keamanan hutan bukan hanya tanggung jawab Perhutani, melainkan tanggung jawab kita bersama. Perhutani juga menekankan pentingnya kesehatan dan keselamatan seluruh personel dalam setiap tahapan penanganan,” ungkap Dimyati, dalam keterangan yang diterima, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sementara itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan melalui kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Perhutani berharap kolaborasi lintas sektor terus terjaga dalam pemantauan dan pengamanan kawasan pascakebakaran. Selain memastikan kondisi lokasi tetap terkendali, kewaspadaan bersama diperlukan untuk mencegah kebakaran berulang dan menjaga kelestarian hutan Gunung Sumbing.
Upaya tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan kebakaran hutan tidak berhenti ketika titik api terpantau padam. Pemantauan lanjutan, kepedulian masyarakat, serta koordinasi antarpihak tetap diperlukan untuk melindungi kawasan hutan dan ekosistemnya.










