TVRINews – Magelang
Pemerintah daerah pastikan akses pengungsian dalam kondisi prima menyusul perbaikan infrastruktur di titik rawan.
Upaya penguatan infrastruktur di kawasan rawan bencana Gunung Merapi terus diperkuat melalui skema kolaborasi strategis.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, bersama pihak swasta Barokah Merapi, memulai proyek perbaikan jalur evakuasi yang menghubungkan wilayah Muntilan hingga Keningar, pada senin 4 Mei 2026.
Sebagai respons cepat terhadap degradasi kualitas jalan di Kecamatan Dukun yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga.
Sebanyak 60 ton aspal jenis hotmix dikerahkan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk menambal sejumlah titik kerusakan krusial.
Kepala Teknik Tambang Barokah Merapi, Eko Susanto, menegaskan bahwa kontribusi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kelancaran ekonomi masyarakat lereng Merapi.

"Kami mengalokasikan 60 ton material hotmix untuk mendukung perbaikan di ruas jalan evakuasi yang kondisinya kian memprihatinkan. Fokus kami adalah memastikan akses masyarakat untuk bekerja, pendidikan, dan distribusi hasil tani tidak terhambat," ujar Eko di sela-sela peninjauan lokasi.
Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Magelang, Priyo Suwarso, menjelaskan bahwa intervensi ini mencakup pemeliharaan rutin pada ruas jalan sepanjang lima kilometer.
Menurutnya, bantuan senilai sekitar Rp120 juta tersebut sangat signifikan dalam mempercepat proses pengerjaan di lapangan.
"Jalur Keningar-Muntilan bukan sekadar jalan biasa; ini adalah jalur evakuasi utama. Kondisinya harus selalu prima demi kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi. Kami juga tengah mengupayakan rencana jangka panjang berupa betonisasi jalur ini," kata Priyo.
Senada dengan pemerintah daerah, otoritas desa setempat menyambut positif langkah konkret ini. Kepala Desa Keningar, Rahmad Sayidin, menyebut perbaikan ini memberikan rasa aman psikologis bagi warga yang tinggal di zona risiko tinggi.
"Kondisi jalan yang layak sangat krusial bagi mobilitas warga. Selain aspek ekonomi, ini adalah bagian dari manajemen risiko bencana. Kami mengapresiasi konsistensi pihak swasta yang rutin berkontribusi setiap tahun," ungkap Rahmad.
Selain perbaikan jalan, Kolaborasi ni pun telah membangun irigasi Senowo di wilayah Dusun Tutup Duwur.










