TVRINews, Kendal
Inovasi pelayanan kesehatan Kabupaten Kendal kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Program Kajekzi atau Kader Ojek Gizi yang dikembangkan Puskesmas Ringinarum berhasil masuk dalam Top 10 IDEA Jawa Tengah 2026, kompetisi inovasi daerah yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Bapperida Kabupaten Kendal, Izzudin Latif, mengatakan keberhasilan Kajekzi menunjukkan bahwa inovasi daerah mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan yang sederhana namun memiliki dampak nyata.
Ajang IDEA Jawa Tengah 2026 mengusung tema “Inovasi Menuju Jawa Tengah Berkelanjutan” dengan tujuan mendorong replikasi berbagai praktik terbaik dari perangkat daerah maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dari 50 inovasi yang lolos tahap awal seleksi, kemudian disaring menjadi 30 besar hingga akhirnya ditetapkan 10 inovasi terbaik pada 12 Juni 2026. Penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026.
Kabupaten Kendal mengirimkan enam inovasi dalam kompetisi tersebut, yakni Job Connect Kendal Karir, Tekad Kita Bisa dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Garuda Siap dari Disdukcapil, Prenatal Gentle Yoga dari Kecamatan Cepiring, serta Kajekzi dari Puskesmas Ringinarum.
Di antara enam inovasi tersebut, Kajekzi berhasil melaju ke Top 10 setelah bersaing dengan 142 inovasi dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, termasuk Blora, Kudus, Wonogiri, dan Kota Semarang.
“Di tengah kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah harus mampu berkolaborasi dan menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi bukan hanya sekadar program, tetapi bagaimana mampu menyelesaikan persoalan dan bisa direplikasi,” ujar Izzudin Latif, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perangkat daerah lainnya untuk terus menghadirkan inovasi yang bermanfaat. Pemerintah Kabupaten Kendal juga berencana memperluas penerapan program tersebut ke sejumlah kecamatan pada tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ringinarum, dr. Ulia Huda, menjelaskan Kajekzi merupakan inovasi yang mengintegrasikan edukasi gizi, pemberdayaan kader kesehatan, serta distribusi pemberian makanan tambahan (PMT) secara lebih tepat sasaran.
Melalui program tersebut, kader kesehatan tidak hanya bertugas mengantarkan makanan tambahan, tetapi juga melakukan identifikasi sasaran, pendampingan, serta pemantauan perkembangan penerima manfaat.
“Kajekzi hadir karena masih ada tantangan dalam pelayanan, seperti keterbatasan jangkauan layanan kesehatan, pemberian makanan tambahan yang belum sepenuhnya tepat sasaran, serta perlunya peningkatan peran kader dalam pendampingan,” jelas dr. Ulia.
Program ini menjadi salah satu strategi percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kendal yang saat ini tercatat sebesar 11,12 persen. Dengan pendekatan kader sebagai penghubung antara layanan kesehatan dan masyarakat, distribusi makanan tambahan dapat dilakukan lebih efektif sekaligus memungkinkan pemantauan kondisi penerima manfaat secara berkelanjutan.
“Yang menjadi kekuatan Kajekzi adalah kolaborasi. Kader tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga memberikan edukasi dan melakukan monitoring. Harapannya, anak-anak yang menjadi sasaran benar-benar mendapatkan pendampingan sampai terjadi perbaikan kondisi gizi,” tambahnya.
Saat ini, Kajekzi mulai diterapkan di wilayah Kecamatan Cepiring dan Plantungan. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat diperluas ke seluruh puskesmas di Kabupaten Kendal.
Keberhasilan Kajekzi dalam IDEA Jawa Tengah 2026 menjadi bukti bahwa inovasi berbasis masyarakat mampu menjadi solusi dalam menghadapi persoalan kesehatan. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader diharapkan dapat terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal.










